By CANCER 4778. Powered by Blogger.

THE BEST INSPIRATION FOR INDONESIAN

Thursday, July 18, 2019

KETIKA HARUS MEMILIH

0 comments
Ayah Atau Ibu

Gambar Ilustrasi Keutuhan Sebuah Keluarga

Kehilangan suatu benda mungkin bukan menjadi sebuah masalah besar bagi kita. Namun, bagaimana dengan kehilangan sosok..? Sosok yang begitu berpengaruh dalam kehidupan kita, Sosok yang tidak akan mungkin tergantikan.

Memang tidak semua orang merasakan kehangatan yang terjalin dengan sosok ayah. Namun, tidak ada salahnya untuk memahami mereka yang kehilangan figur ayah.

Ayah mungkin bukan sosok yang banyak bicara. Ia adalah sosok yang mengutarakan perasaan lewat perbuatan. Pribadi yang menghidupi keluarga dengan kepiawaiannya dalam bersikap dan mengambil keputusan.


Artikel Lain : Biografi Komandan Asal Sulawesi Selatan.

Bagi sebagian orang, sosok Ayah adalah sosok Pelindung Pertama di dalam Keluarga. Figur yang menjadi Pahlawan sekaligus Role Model di dalam keluarga. Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki masalah dengan ayah, kehadirannya justru membuat tidak nyaman suasana di rumah. Walau demikian, kehilangan tetaplah kehilangan.

Kepergian sosok ayah di dalam keluarga memberikan ruang kekosongan yang mendalam dan pengalaman hidup yang menyakitkan. Terlebih bagi anak laki-laki maupun perempuan yang kehilangan sosok ayah akan mengalami gejolak emosi yang labil dan pengalaman traumatis yang tidak bisa dihindari. Seorang anak bisa kehilangan motivasi hidup, terjerumus ke dalam Lingkungan Negatif, Frustrasi dan Depresi. Bagi anak laki-laki, ayah adalah Cerminan sosok laki-laki yang kuat. Ayah memberikan pendidikan pertama tentang bagaimana laki-laki sejatinya berperan di dalam kehidupan.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa ketidakberadaan ayah di keluarga sejak anak masih kecil berpengaruh pada kemampuan sosial dan emosional. Ada kecenderungan untuk berperilaku agresif dan mudah marah. Meskipun demikian, agresivitas dapat berkurang seiring dengan kehadiran dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan positif yang mengelilingi sang anak.


Bagi anak perempuan, ayah bagaikan cinta pertama yang memberikan gambaran kekuatan untuk menghadapi masalah. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata perempuan mencari pasangan yang seperti ayahnya. Hal tersebut karena anak perempuan yang memiliki pengalaman positif dengan ayahnya cenderung menginginkan kejadian tersebut terulang saat ia berkeluarga.


Kehilangan sosok ayah bisa menjadi pukulan terberat. Tidak ada lagi teman diskusi, tidak ada lagi pelindung dan pembela, tidak ada lagi yang memberikan gambaran figur laki-laki di keluarga, tidak ada yang bisa ditanyai “laki-laki yang baik itu seperti apa” dan rasa kehilangan lain yang menjelma dalam kesepian. 


Hidup tanpa suami dan ayah dari anak-anak bukanlah sebuah pilihan dan keinginan. Getir manis kehidupan harus tetap berjalan. Terkadang anak-anaklah yang menjadi amunisi Unconditional Love untuk terus melangkah maju. Orang-orang di sekitar yang tidak mengalami kehilangan pasangan menaruh kekaguman yang luar biasa pada wanita yang menjadi Single Fighter. Bayangkan saja, wanita itu harus memiliki figur Ayah sekaligus Ibu dalam satu tubuh. 

Bagi seorang ibu yang separuh jiwanya telah tiada, yang sedang berjuang bernegosiasi dengan perihnya kehilangan, dan yang telah bersedia melampaui separuh perjalanan kehidupan tanpa kehadiran pasangan, resapi bahwa waktu-waktu tersulit akan tergantikan dengan kebahagiaan yang datang dari buah hati dan orang-orang terbaik di sekitar. Karena sebenarnya pemberi cinta terbesar sesungguhnya datang dari diri sendiri. 


Kehilangan figur ayah akan membuat seseorang menjadi kuat berpijak di atas kaki sendiri. Dari yang tadinya memiliki sandaran dan tempat berlindung, kini  harus bersandar pada diri sendiri. Memang berat tetapi seiring berjalannya waktu hati akan menjadi lebih tahan banting. Tidak hanya diri sendiri, ibu dan keluarga juga akan menjadi kuat jika ada usaha untuk menularkan kekuatan itu. Seseorang akan terlatih untuk berpikir lebih jauh tentang kebutuhan rumah, kebutuhan diri sendiri, kebutuhan ibu dan kebutuhan keluarga.


Tak ada Manusia dimuka bumi ini yang ingin kehilangan Sosok yang begitu berpengaruh di dalam kehidupannya. Namun jika kita dihadapkan pada sebuah pilihan, mana yang harus kita pilih, kehilangan sosok seorang Ayah yang menjadi Pemimpin Keluarga atau seorang Ibu yang selalu menyayangi kita dengan Tulus?


Maka jawabnya adalah “Ayah..” 

Ayah memang memegang peran yang signifikan di kehidupan rumah tangga. Sosok yang dalam diamnya menyimpan beragam inspirasi untuk anak-anak dan pasangannya. Namun, patrilah dalam diri bahwa kesedihan hanyalah sementara jika seseorang bisa berdamai dengan kehilangan. Sosok laki-laki yang disebut sebagai pemimpin keluarga itu memang pergi, tetapi semangatnya akan terus ada pada diri yang tegar untuk mencintai kehidupan yang berjalan tanpa figur ayah.

Jika kehilangan sosok Seorang Ibu, dampak Negatif yang ditimbulkan akan jauh lebih besar ketimbang kehilangan sosok Seorang Ayah. Karena Seorang Ayah tak akan pernah bisa menggantikan Posisi seorang Ibu untuk Anaknya.


Sosok seorang Ayah bukanlah Sosok Pemersatu keluarga, hal ini terbukti dengan banyaknya anak yang menjadi korban karena "Single Father". Perhatian dan Kasih Sayang seorang Ayah tidak sebanding dengan Perhatian dan Kasih Sayang seorang Ibu. Jika harus memilih, sosok seorang Ibu-lah yang bisa merangkul bahkan bisa menjadi Pemersatu keluarga. Tanpa Ibu, keluarga akan terpecah belah, tanpa ibu, tak ada lagi kasih sayang yang bisa menjadi Penyemangat hidup, karena Ibu adalah Malaikat Tanpa Sayap yang Tuhan berikan untuk kita.


Berbahagialah kalian yang masih memiliki seorang Ibu saat ini, rawatlah Dia, sayangi Dia, berikan perhatian yang lebih, sama seperti Ibu memberikan Perhatiannya kepada kalian.
“Ketika kita kehilangan, salah satu cara melewatinya adalah dengan membingkai Rindu dalam Doa”

#SalamNUSANTARA
#Blog #Inspirasi
#Blogger