By CANCER 4778. Powered by Blogger.

THE BEST INSPIRATION FOR INDONESIAN

Monday, July 8, 2019

KETIKA PELAKU KORUPSI MENDEWAKAN MATERI

0 comments
Tampang Koruptor

Gambar Sosok Koruptor

Korupsi atau Rasual berasal dari Bahasa Latin yaitu Corruptio dari Kata Kerja Corrumpere yang bermakna Busuk, Rusak, Menggoyahkan adalah merupakan tindakan Pejabat Publik yang tidak Legal, menyalahgunakan kepercayaan Publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Korupsi sendiri bisa berarti Penyelewengan atau Penggelapan Uang Negara atau Perusahaan dan lain sebagainya untuk memperkaya diri sendiri serta untuk kepentingan orang lain. Tindakan Korupsi tersebut bukanlah hal yang berdiri sendiri, perilaku Korupsi menyangkut berbagai Hal yang sifatnya Kompleks. Biasanya terjadi dan kebanyakan yang terjadi secara terselubung.

Saat ini, Denmark merupakan Negara terbersih di Dunia dari Koruptor, lalu di ikuti oleh Selandia Baru, Finlandia, Singapura, Swedia dan Swiss. Sementara Kelompok teratas lainnya adalah Norwegia, Belanda, Kanada, Luksemburg, Jerman dan Inggris. Namun Indonesia sendiri berada di Peringkat ke-89 sebagai Negara paling bersih di dunia.

Kini Transparency International Global Corruption Watchdog (Pengawas Korupsi Global) memiliki daftar Negara yang paling Korup di Dunia dan Indonesia yang kita cintai ini masuk di Zona Kedua sebagai Negara Paling Korup di Dunia.

Ibarat Kanan Memberi Kiri Tak Perlu Tahu

Kebiasaan Buruk Para Koruptor

Perilaku Korupsi di Indonesia sudah ada sejak jaman Kerajaan, pungutan berupa pajak atau upeti yang memaksa Rakyat adalah salah satu yang paling menonjol. Pada Tahun 1957, Pemerintah Reublik Indonesia membentuk Panitia Retoolong Aparatur Negara (PARAN) yang dibentuk berdasarkan UU Keadaan Bahaya.

Indonesia sekarang lebih dikenal sebagai bangsa yang Religius, bahkan Indonesia merupakan Negara yang memiliki Ragam Agama terbanyak, yaitu 6 Agama yang meliputi Islam, Kristen (Protestan dan Katholik), Hindu, Budha dan Konghuchu. Tentunya dalam Ajaran di tiap Agama akan melarang tindak Korupsi dalam bentuk apapun tanpa terkecuali. Tapi kenyataan di lapangan menunjukkan bila Korupsi masih berjalan dengan begitu suburnya di tengah masyarakat, situasi Paradok ini menandakan bahwa Ajaran Agama kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Artikel Lain : Kisah Dibalik Lagu Armada Pencuri Hati.

Faktor penyebab terjadinya Korupsi itu sendiri biasanya berasal dari Internal Pelaku Korupsi, tetapi bisa juga berasal dari situasi Lingkungan yang kondusif yang memungkinkan bagi seseorang untuk melakukan Korupsi. Korupsi jauh lebih mungkin berkembang dimana Fondasi Demokrasi lemah dan kita telah lihat di banyak Negara di Dunia dimana Politisi tidak demokratis dan Populis dapat menggunakannya untuk keuntungan mereka.

Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan Perundang-undangan, Kualitas Peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang Evaluasi dan Revisi Peraturan Perundang-undangan. Namun pada intinya Peraturan Perundang-undangan yang tidak nyata dilapangan.


Penyebab Korupsi

Gambar Penyebab Korupsi Dalam Perspektif Teoretis

Pada umumnya tindakan Korupsi yang dilakukan oleh segelintir orang dalam sebuah organisasi, instansi di Pemerintahan maupun sebuah Perusahaan terkadang selalu ditutupi. Hal inilah yang menyebabkan para oknum pelaku kejahatan Korupsi selalu merasa aman karena terlindungi. Akibatnya sifat tertutupi ini, Penjahat Korupsi justru terus berjalan dengan berbagai bentuk dan Modus Korupsinya.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya Aksi Kejahatan seperti Korupsi, namun secara umum Faktor penyebab Korupsi dapat terjadi karena beberapa Faktor yang akan kami uraikan sebagi berikut :

1. Faktor Politik

Faktor Politik merupakan salah satu penyebab terjadinya Kejahatan Korupsi, hal ini dapat dilihat ketika terjadi Instabilitasi Politik, Kepentingan Para Politisi, para penguasa bahkan ketika meraih dan mempertahankan kekuasaan itu sendiri.

2. Faktor Ekonomi

Faktor Ekonomi merupakan salah satu penyebab terjadinnya Kejahatan Korupsi, hal tersebut dapat dijelaskan dari Penghasilan, Pendapatan, Upah atau Gaji yang tidak mencukupi kebutuhannya.

3. Faktor Organisasi

Faktor Organisasi juga merupakan salah satu penyebab terjadinnya Kejahatan Korupsi dalam hal ini adalah organisasi dalam arti yang luas, termasuk sistem pengorganisasian lingkungan masyarakat. Organisasi yang menjadi korban korupsi atau dimana korupsi terjadi biasannya memberi andil terjadinya korupsi karena membuka peluang atau kesempatan untuk terjadinya korupsi.

4. Faktor Hukum

Faktor Hukum bisa dilihat dari 2 (Dua) sisi, disatu sisi dari aspek Perundang-undangan dan sisi lain lemahnya Penegak Hukum yang menangani Korupsi. Dari faktor-faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Sedangkan jika kita menganalisa masing-masing faktor penyebab korupsi tersebut, maka Pelaku Kejahatan korupsi paling banyak terdapat pada Politik dan Hukum walaupun semua faktor memberikan pengaruh terhadap penyebab korupsi itu sendiri.

Safe Indonesia

Gambar : Ilustrasi Indonesia Bebas Korupsi

Kesimpulannya, ketika perilaku Materialistik dan Konsumtif masyarakat serta sistem Politik yang masih mendewakan Materi, maka dapat memaksa terjadinya Permainan Uang dan Korupsi. Korupsi akan terus berlangsung selama masih terdapat kesalahan tentang cara memandang kekayaan. Semakin banyak orang salah dalam memandang kekayaan, semakin besar pula kemungkinan orang melakukan kesalahan dalam mengakses kekayaan.

#SalamNUSANTARA
#Blog #Inspirasi
#Blogger