By CANCER 4778. Powered by Blogger.

THE BEST INSPIRATION FOR INDONESIAN

Monday, July 15, 2019

NASIB PETANI TEMBAKAU VS KESEHATAN MASYARAKAT

0 comments
Petani Tembakau atau Kesehatan Masyarakat

Gambar Ilustrasi Petani Tembakau

CANCER'78 INSPIRATION - World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa tanpa kebijakan yang lebih efektif maka jumlah perokok di Indonesia nantinya di tahun 2025 akan bertambah menjadi 90 juta orang. Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada sebuah dilema, Pemerintah harus memilih antara nasib petani tembakau atau kesehatan masyarakat.

Indonesia merupakan surga perokok dan menurut perkiraan WHO, situasinya akan memburuk dalam 10 tahun kedepan. Dalam laporan tahunannya, badan kesehatan PBB itu mencatat bahwa saat ini 36% penduduk Indonesia merokok atau lebih dari 60 juta orang di Indonesia adalah Perokok.

Jika pemerintah di Jakarta terus melanjutkan kebijakan anti rokok yang dinilai kurang tegas seperti yang diterapkan saat ini, WHO memperkirakan jumlah perokok di Indonesia tahun 2025 akan meningkat menjadi 90 juta orang atau sekitar 45% dari jumlah populasi.

INSPIRASI LAIN : Pandangan Negatif Tentang Janda.

Laporan WHO selaras dengan studi Universitas Indonesia (UI) yang dipublikasian beberapa waktu yang lalu. Dalam penelitian tersebut, UI menemukan setiap hari ada sekitar 500 orang yang meninggal dunia akibat rokok. Data dari tahun 2010 menunjukkan, jumlah nyawa yang melayang akibat asap tembakau di Indonesia mencapai sekitar 190.000 orang.

Katakan Tidak untuk Sebatang Rokok

Studi yang dikumpulkan Wall Street Journal dan World Lung Foundation dan American Cancer Society mencatat bahwa setiap tahunnya, rata-rata penduduk Indonesia menghisap 1.085 batang rokok. Artinya tingkat konsumsi rokok mencapai hampir dua bungkus dalam setiap minggunya.

Saat ini Indonesia tengah berkutat menggodok Rancangan Undang undang Tembakau yang dicibir sebagai produk titipan produsen rokok. Kelompok lobi tembakau juga mengakui, RUU tersebut merupakan gagasan petani tembakau.

Dalam hal ini Pemerintah Indonesia tidak punya banyak ruang untuk bermain. Betapa pun juga, industri tembakau menyumbang sekitar 150 triliun Rupiah per tahun dalam bentuk pajak dan cukai, ini merupakan salah satu sumber pendapatan Negara terbesar, ditambah lagi kenyataan bahwa enam juta lapangan kerja bergantung dari sektor yang sarat kontroversi ini.

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tembakau dikritik oleh sebagian masyarakat lantaran menganulir beberapa pasal yang mengatur pembatasan konsumsi rokok. Hal ini juga masuk dalam laporan WHO yang menilai bahwa pemerintah Indonesia masih setengah hati dalam kiprah memerangi kebiasaan merokok.

ARTIKEL LAIN : Ketika Pelaku Korupsi Mendewakan Materi.

Oleh sebab itu, WHO menawarkan solusi yang terkesan sederhana dan efektif, yaitu menaikkan pajak dari Rokok. Tapi sayang, baru sedikit negara yang mengikuti himbauan badan PBB tersebut.

Dalam laporan tahunannya WHO mengklaim, bahwa cukai tembakau yang mahal mampu meredam konsumsi rokok. Selain itu kas negara juga akan semakin gemuk dan pemerintah memiliki duit cadangan untuk menjalankan program anti rokok atau untuk membantu petani dan buruh yang kehilangan mata pencaharian di bidang industri rokok.

Satu nyawa melayang setiap enam detik, tulis badan dunia itu dalam laporannya. Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang angka kematian yang diakibatkan oleh HIV/Aids, Malaria atau TBC sekaligus.

WHO menempatkan rokok ke dalam daftar utama pemicu penyakit mematikan seperti kanker, jantung dan paru-paru, serta Diabetes. Setiap tahun enam juta manusia meninggal dunia akibat tembakau. 80 diantaranya berasal dari tingkat ekonomi rendah dan menengah.
Public Healt

Gambaran Public Health

Jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang efektif, angka kematian akibat rokok bisa meningkat menjadi delapan juta orang per tahun pada 2030. Saat ini ditaksir terdapat sekitar satu miliar manusia yang secara rutin mengepulkan asap tembakau.

Semoga ini bisa menginspirasi kita semua tentang dilema antara kesehatan masyarakat atau nasib para petani tembakau.

#SalamNUSANTARA
#Blog #Inspirasi
#Blogger