By CANCER 4778. Powered by Blogger.

THE BEST INSPIRATION FOR INDONESIAN

Friday, September 6, 2019

PANGLIMA ANTI KORUPSI

0 comments
Abraham Samad sang Panglima Anti Korupsi
Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Abraham Samad, SH, MH, seorang Panglima Anti Korupsi yang lahir di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 27 November 1966. Di Usianya yang ke 52 tahun dia sudah menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2011-2015. Sejak tahun 1996, Abraham Samad telah menjadi seorang Advokat. 

Kemudian untuk mendukung profesi yang ditekuninya, Abraham Samad pun mendirikan sebuah organisasi Non Pemerintah yang dikenal dengan Komite Anti Korupsi (ACC). Organisasi Non Pemerintah tersebut terlibat dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan untuk membongkar beberapa kasus korupsi, terutama di Sulawesi Selatan. Selain itu, ACC juga memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik dan sistem Pelayanan Publik yang maksimal dengan tujuan memberantas korupsi.

Sayangnya, di tengah jalan, Abraham Samad mengundurkan diri dari KPK. Suaranya yang nyaring, sikapnya yang berani menjadi momok para elit politik di Indonesia. Dia tidak ragu-ragu untuk segera menetapkan tersangka korupsi meskipun tersangka tersebut dekat dengan Keluarga Istana. Misalnya saja penentuan tersangka Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, keduanya adalah orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu.


Abraham Samad dikenal sebagai sosok pemberani asal Kota Makassar. Abraham Samad ditinggalkan ayahnya sejak kecil yang bernama Andi Samad. Sebagai anak yatim, ia dididik oleh ibunya untuk hidup mandiri, tidak kalah rendah dan kuat. Di sekolah, Abraham Samad adalah sosok pemberani, kritis, dan perhatian dari teman-teman sekolahnya. Bahkan ketika dia di sekolah menengah, dia sering digunakan sebagai tempat untuk curhat dan tempat perlindungan dari anak-anak nakal.

Pada usia 45, Abraham Samad terpilih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan suara terbanyak. Ketua KPK termuda memenangkan 43 suara dari total 56 suara dalam proses pemungutan suara di Komisi Hukum DPR RI. Dia memimpin KPK saat itu dengan Zulkarnain, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja untuk Periode Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015. Di akhir masa jabatannya, ia mengundurkan diri karena perselisihan dengan pihak kepolisian yang menyatakan dirinya sebagai tersangka.

DR Abraham Samad
Pada tanggal 17 Februari 2015, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Selatan (Sulselbar) menyebut Abraham Samad sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen. Kasus pemalsuan dokumen dalam bentuk KTP, Paspor dan Kartu Keluarga mulai mencuat pada tanggal 29 Januari 2015 setelah Feriyani Lim dilaporkan oleh seorang pria yang bernama Chairil Chaidar Said di Unit Investigasi Kriminal Markas Besar Kepolisian Nasional. Meski demikian, masyarakat menganggap kasus ini hanya sebuah bentuk balas dendam dari pihak Kepolisian karena mencegah Budi Gunawan menjadi seorang Kapolri.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Abraham Samad diberhentikan sementara oleh Presiden Republik Indonesia dari posisinya sebagai Ketua KPK. Tak hanya itu, Bambang Widjojanto pun juga ikut diberhentikan. Posisi ketua KPK sementara digantikan oleh Taufiequrachman Ruki, beliau adalah mantan Ketua KPK yang Pertama. Selain Taufieq, Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi juga ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia untuk menjadi pemimpin sementara KPK.

Seorang Panglima Anti Korupsi pun akhirnya terhentikan langkahnya untuk memberantas Para Perampok Uang Rakyat yang merajalela di muka Bumi Indonesia. Tradisi dan Budaya Korupsi akan terus ada dan berkembang di Indonesia selama tokoh Pejuang Korupsi dan Pembela Kebenaran selalu tersingkirkan dengan cara yang tidak intelektual. Semoga pengabdian sang Panglima Anti Korupsi, Abraham Samad kepada RI dapat menginspirasi kita semua.

#SalamNUSANTARA
#Blog #Inspirasi
#Blogger