By CANCER 4778. Powered by Blogger.

THE BEST INSPIRATION FOR INDONESIAN

Wednesday, October 9, 2019

AKHIR SEBUAH HARAPAN

0 comments
Akhir Sebuah Harapan
A Hope

Untuk mendapatkan sebuah kenyataan pada impian dalam hidupnya, maka manusia akan selalu berusaha agar usahanya tersebut akan terasa maksimal, maka dibuatlah berbagai macam Program atau beberapa langkah yang akan ditempuhnya walaupun Kenyataan hidup selalu mengajarkan kepada kita bahwa apa yang dilakukan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, karena terkadang usaha tak sebanding dengan hasil yang kita tunggu.

Sebuah harapan hanya memiliki 2 akhir di penghujung penantiannya, yaitu terwujudnya harapan sesuai dengan keinginan atau malah berakhir dengan Kekecewaan. Ada banyak orang yang mendapatkan akhir dengan Ekspresi bahagia, namun tak jarang yang kita tunggu akan berujung pada sebuah kenyataan yang pahit.


Kegagalan adalah bukti bahwa manusia memiliki keterbatasan dan kelemahan. Manusia hanya sebatas berusaha akan tetapi Manusia tidak wajib untuk mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan keinginan. Manusia hanya boleh berencana, namun garis kehidupan telah punya rencana tersendiri. Kegagalan dalam hidup mengajarkan satu hal kepada kita, bahwa kita manusia adalah makhluk yang jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT sang Pencipta Alam Semesta.

Setiap manusia boleh saja berharap lebih dari yang direncanakan, karena itu merupakan hal yang wajar. Bukannya pesimis, tetapi alangkah baiknya jika di awal penantian tersebut, sebaiknya kita mempertimbangkan efek terburuk dari akhir penantian tersebut, agar tidak meninggalkan luka berlarut.

Hal yang paling mengecewakan adalah saat dimana ujung atau akhir dari penantian tersebut sudah kita ketahui sejak awal, jauh sebelum berakhir pada sebuah kenyataan, terlebih saat kita tahu bahwa ujung dari harapan tersebut akan berbuah kekecewaan dan disinilah mental kita di uji, akankah kita tetap tegar menghadapi kenyataan pahit tersebut..? 

Saat kegagalan sebagai akhir dari usaha yang didapatkan, suasana yang menyelimuti diri adalah resah, kecewa, bahkan tak sedikit yang merasa berputus asa. Kondisi saat itu memerlukan tempat untuk kita bersandar, kita memerlukan banyak nasehat yang dapat memotivasi kita dan memberikan kita kekuatan untuk bisa segera bangkit kembali, sehingga akan muncul hal baru sebagai pemantik potensi yang kembali melahirkan aksi. Disinilah rekonstruksi visi begitu penting, karena Visi hidup kita, terutama sebagai Muslim sejati, tidak terbatas di dunia ini, tapi jauh menembus kehidupan ukhrawi.

Bersikaplah seperti seorang kesatria saat di medan perang, bahwa kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam sebuah peperangan, karena itulah akhir dari sebuah peperangan. Sama seperti sebuah pengharapan, baik atau buruknya kenyataan akhir, itulah realita hidup yang senang atau tidak, harus diterima dengan berbesar hati.

Jika keyakinan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini terpatri, sungguh tidak akan ada ruang bagi kita untuk berhenti berharap dan berputus asa, karena pergantian waktu senantisa memberikan kita nasehat bahwa harapan itu masih ada jika nafas dan kesadaran kita pun masih ada. Teori Keseimbangan mengatakan, jika kita bersedih karena kecewa akan sesuatu yang tidak terkabulkan, maka yakinlah bahwa suatu saat nanti, kita akan tersenyum bahagia, dan itu merupakan hal yang Pasti.

Jangan berkecil hati jika belum terwujud sesuai keinginan, karena yang tertunda didunia mungkin akan menjadi sebuah tabungan pahala yang akan diterima diakhirat nanti, atau mungkin kita ingin dijauhkan dari keburukan yang sebanding dengan hal tersebut, karena apa yang diharapkan oleh seorang hamba boleh jadi hal itu sesuatu yang buruk baginya. Begitu pula sebaliknya, apa yang tidak diharapkan boleh jadi itulah yang terbaik untuk kita, dengan kata lain, Allah SWT tidak mengabulkan, akan tetapi dengan mengganti sesuatu yang jauh lebih baik dan tidak pernah terbayangkan oleh Anda sebelumnya.

Kehidupan yang kita lalui akan senantiasa bermuara kepada dua hal, yakni bahagia dan kecewa. Begitulah kodrat perasaan manusia. Namun rasa bahagia dan kecewa bisa menjerumuskan manusia ke dalam kubang kemaksiatan bila hal itu tidak disikapi dengan bijak. Karena seorang Muslim harus mampu menjaga keadaan dirinya dalam kondisi apapun untuk senantiasa menumbuhkan ladang kebaikan dan pahala. Dengan kata lain, perkara apapun bagi seorang mukmin sejati, seluruhnya menjadi indah di hati. Semoga Allah SWT membantu kita merealisasikannya dalam kehidupan kita semua. 

#SalamNUSANTARA
#Blog #Inspirasi
#Blogger